7 Kesalahan Fatal Penulis Pemula yang Banyak Dilakukan

Diposting pada
Semutmulia.com – Menulis merupakan kegiatan menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan. Dengan menulis kita bisa mengungkapkan apa-apa saja yang ada di pikiran. Meski terkesan sepele, menulis tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak orang yang bercita-cita menjadi penulis namun akhirnya menyerah di tengah jalan karena banyak melakukan kesalahan fatal penulis pemula.

Banyak penulis berhenti karena merasa tidak cocok, ataupun tidak mampu menghasilkan tulisan yang bagus. Padahal keampuan menulis adalah jenis keterampilan yang dapat dipelajari. Ya, menulis sama dengan matematika, fisika, desain grafis dan lain sebagainya, yaitu ilmu yang dapat dipelajari.

Umumnya penulis pemula tidak memahami hal ini dan cenderung menyerah ketika mengalami kesulitan dalam menulis. Mereka biasanya akan langsung berpikir bahwa menulis bukanlah bakatnya, sekali lagi saya tekankan bahwa penulis hebat bukan lahir karena bakat melainkan karena kerja keras dan latihan terus menerus.

7 Hal yang Menyebabkan Seseorang Gagal Menjadi Penulis

Ada beberapa kesalahan yang kerap dialami penulis pemula yang terkadang akhirnya membuat mereka menyerah untuk menekuni dunia menulis. Sebenarnya 7 kesalahan fatal penulis pemula di bawah ini bukan kesalahan secara teknis melainkan hanya kesalahan pola pikir.

Tidak Percaya Diri

Banyak orang yang ingin menjadi penulis namun belum memulai saja sudah merasa takut, takut dikritik, takut salah, takut tulisannya ditolak dan lain-lain. Padahal ketika kita memulai menulis maka wajar bila melakukan kesalahan, wajar bila ada yang mengkritik. Justru dari kesalahan dan kritikan tersebut kita bisa belajar menjadi lebih baik.

Tidak ada penulis yang tiba-tiba langsung menjadi hebat. Semuanya melalui proses yang panjang, melewati banyak rintangan, penolakan, serta krtitikan-krititan pedas. Hal-hal seperti itulah yang pada akhirnya membentuk seseorang menjadi penulis hebat.

Tidak Punya Waktu

Sebagian besar orang merasa tidak memiliki waktu untuk menulis. mereka merasa waktunya habis untuk bekerja, kuliah, serta kegiatan lainnya sehingga tidak ada waktu sama sekali untuk menulis. Alasan seperti ini sebenarnya diungkapkan oleh orang yang memang malas menulis.

Kita mengatakan tidak punya waktu menulis, tapi bisa bermain game, ngobrol, nonton tv, main sosmed, hingga berjam-jam. Andai kita menyisihkan waktu antara 30 menit hingga 60 menit untuk menulis maka setidaknya kita akan menulis 1 lembar setiap harinya. Jika dilakukan dengan rutin maka bisa membuat kita menjadi terbiasa dan semakin mahir.

Kita bisa memanfaatkan momen-momen ketika menunggu antrian, ketika didalam kendaraan, sebelum tidur, untuk menulis. Karena menulis tidak harus berada di depan laptop atau komputer. Dengan adanya HP, maka bisa dimanfaatkan untuk membuat catatan untuk kemudian ketika waktu luang dipindah ke komputer.

Tidak Memiliki Ide

Kesalahan fatal penulis pemula yang ketiga yaitu kehabisan ide atau bingung mencari ide menulis. Banyak sekali yang merasa bingung untuk mulai menulis. Padahal sebenarnya ada banyak sekali hal di dunia ini yang bisa kita tulis. namun yang paling mudah adalah menulis apa yang kita kuasai.

Jika memang tidak memiliki keahlian atau ilmu yang dikuasai maka tulislah pengalaman hidup kita. Saya yakin semua orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Cobalah untuk mulai berbagi pengalaman hidupmu dengan cara membuatnya ke dalam tulisan. Kamu bisa membaginya melalui blog terlebih dahulu.

Mungkin kamu merasa pengalaman hidupmu tidak berkesan dan tidak memiliki arti. Tapi bisa jadi ada orang lain di luar sana yang sedang mengalami masalah seperti yang telah kamu hadapi dan menjadi terinspirasi karena membaca pengalaman hidupmu.

Kita juga bisa menulis berbagai hal sehari-hari yang nampak oleh mata. Hetika kamu pulang kuliah, pulang bekerja, atau melakukan kegiatan apapun, pasti mata kita melihat berbagai hal. Nah, apa yang kita lihat ini dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk menulis. Ada jutaan ide menulis di dunia ini, jadi mulailah menulis dan stop beralasan.

Bingung Mulai dari Mana

Setelah memiliki ide menulis, biasanya penulis akan bingung untuk menuangkan tulisannya. Sebagian besar merasa bingung harus memulai dari mana. Hal itu jugalah yang saya alami ketika mulai belajar menulis. kunci untuk mengatasi hal ini adalah “labrak aja”. labrak aja merupakan istilah yang dipakai mas Ahmad Rifa’i Rif’an dalam bukunya “Siapa Bilang Nulis Buku Susah”.

Maksud dari labrak aja adalah jangan ragu untuk mulai. Apapun yang kamu fikirkan segera tulis saja. Tidak perlu sibuk memikirkan susunan kalimat, susunan bab dan sebagainya. Tulis saja semua yang ada di pikiran kita, setelah selesai baru baca kembali dan lakukan editing pada bagian-bagian yang dirasa kurang pas dan bagus.

Kalau kita hanya fokus pada bagaimana cara memulainya maka kita tidak akan pernah mulai menulis. Kesalahan fatal penulis pemula yang satu ini banyak sekali dialami oleh orang yang baru pertama terjun menulis.

Tidak Berbakat

Enggak punya bakat menulis merupakan alasan klasik yang banyak sekali diungkap oleh penulis pemula. Bukankah di atas sudah saya sebutkan bahwa menulis itu keterampilan yang bisa dipelajari bukan sesuatu yang ada sejak lahir. Walaupun memang beberapa orang memiliki bakat menulis sejak lahir, namun itu sedikit sekali. Sebagian besar penulis hebat lahir karena kerja keras dan belajar tanpa kenal lelah.

Jadi kalau kamu masih enggan menulis dengan alasan tidak berbakat maka masalah sebenarnya adalah bukan karena tidak berbakat, melainkan karena kamu malas belajar. Penulis hebat tidak lahir dari kemalasan tapi butuh kegigihan dalam menulis hingga “berdarah-darah”.

Tidak Menjanjikan

Banyak orang yang merasa pesimis dengan masa depannya jika menekuni dunia tulis menulis. Mereka mengira menulis itu tidak akan bisa menghasilkan uang yang besar. faktanya, penulis hebat seperti Ippho Santosa, Andrea Hirata, Asma Nadia, dan lain sebagainya bisa menghasilkan royalti hingga milyaran setiap tahunnya.

Okelah, kita tidak usah berbicara mengenai penulis-penulis terkenal terlebih dahulu. Mas Ahmad Rifa’i Rif’an mengungkapkan bahwa dirinya memiliki banyak teman yang full time menulis dan tidak punya pekerjaan sampingan. nama mereka tidak banyak dikenal publik, buku-buku mereka tidak selalu booming, namun mereka memiliki kehidupan yang sangat-sangat layak.

Jadi jika penulis biasa saja bisa memiliki kehidupan yang sangat layak, ini membuktikan bahwa menulis itu sangat menjanjikan. Royalti yang kamu terima sebagai penulis akan semakin besar jika bukumu bisa menjadi best seller.

Banyak Alasan

Kesalahan fatal penulis pemula yang sangat fatal adalah terlalu banyak alasan dan tidak pernah memulai menulis. Cita-cita ingin menjadi penulis yang bukunya best seller namun ketika disuruh mulai menulis selalu saja banyak alasan dan menunda-nunda.

Kesalahan seperti ini merupakan penyakit yang harus dihindari oleh setiap penulis, baik pemula maupun penulis berpengalaman. Dari pada banyak alasan, segeralah mulai menulis dan hasilkan karya pertamamu. Orang hebat tidak pernah menunda-nuda untuk menggapai impiannya. Ketika kamu asyik menunda-nunda, diluar sana ada banyak orang yang berjuang dengan gigih dan tidak kenal lelah untuk menerbitkan tulisannya.

Itulah 7 kesalahan fatal penulis pemula yang harus dihindari oleh kita semua yang ingin menekuni dunia menulis. Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan di atas maka sebisa mungkin kita harus mengubah pola pikir. karena sebenarnya kesalahan utama dari penulis pemula adalah pada mindset-nya. Untuk bisa segera sukses dalam hal menulis maka sebaiknya kita menemukan mentor untuk membimbing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *